Senin, 21 Maret 2011

CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA) DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP)

CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA) DAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP)

A. CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA)
1. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif
Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) adalah anutan pembelajaran yang mengarah kepada pengoptimalisasian pelibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran, dengan pelibatan fisik siswa apabila diperlukan.

Dan menurut T. Raka Joni, CBSA adalah suatu pendekatan, bukan suatu metode atau teknik mengajar. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif pada dasarnya adalah melihat kegiatan belajar sebagai pemberian makna secara konstruvistik terhadap pengalaman oleh pebelajar dan dengan dituntun azas “tut wuri handayani” pengendalian kegiatan belajar harus meletakkan dasar bagi pembentukan prakrsa dan tanggung jawab belajar ke arah belajar sepanjang hayat.
2. Rasionalisasi Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dalam Pembelajaran
Penerapan CBSA dalam proses pembelajaran bertumpu pada sejumlah rasional. Yang terpenting diantaranya ialah rasional yang berkaitan langsung dengan upaya perwujudan tujuan utuh pendidikan serta karakteristik manusia masyarakat dan masyarakat masa depan Indonesia yang dikehendaki.
Secara umum, esensi tujuan pendidikan, menurut T. Raka Joni (1980) adalah pembentukan manusia yang bukan hanya dapt menyesuaikan diri hidup didalam masyarakatnya, melainkan labih dari itu, mampu menyumbang bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri.Dengan penerapan CBSA, siswa diharapakan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya secara penuh, menyadari dan dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di sekitarnya, serta siswa diharapkan lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara teratur, kritis, tanggap dan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari, serta lebih terampil dalam menggali, menjelajah, mencari dan mengembangkan informasi yang bermakna baginya. (Raka Joni, 1992).
3. Penerapan Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pendekatan CBSA pada dasarnya merupakan gagasan konseptual dan bukan merupakan suatu prosedural-konseptual.
a. Prinsip-prinsip dan Rambu-rambu CBSA
Prinsip-prinsip tersebut, menurut T. Raka Joni (1993) ialah
1. penyediaan pijakan dan tuntutan kognitif oleh guru sehingga siswa terbantu untuk membrikan makna terhadap pengalamn belajarnya,
2. kegiatan belajar-mengajar yang beranekan ragam dari guru,
3. pemberian tugas/kesempatan bagi siswa untuk berbuat langsung guna mengkaji, berlatih/menghayati isi kurikulum,
4. guru berusaha untuk memenuhi kebutuhan individu siswa
5. guru berupaya melibatkan sebanyak mungkin siswa dalam interaksi belajar-mengajar,
6. guru mencek pemahaman siswa,
7. guru mengupayakan variasi kegiatan dan suasana belajar dengan penggunaan berbagai strategi belajar-mengajar,
8. guru mengembangkan berbagai pola interaksi dalam proses belajar-mengajar, baik antara guru dengan siswa maupun antar siswa,
9. pemantauan intensif dan diikuti dengan pemberian balikan yang spesifik dan segera.
. Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah gejala-gejala yang tampak pada perilaku siswa dan guru baik dalam program maupun proses pembelajaran.
Rambu-rambu yang dimaksud adalah :
1. Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan
2. Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya
3. Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran
4. Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
5. Keingintahuan yang ada pada diri siswa
6. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
7. kuantitas dan kualitas uasaha yang dilakukan guru dalam membina dan membina keaktifan siswa
8. Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator
9. Tingkat sikap guru yang tidak mendominasi dalam proses pembelajaran
10. Kuantitas dan kualitas metode dan media yang dimanfaatkan para guru dalam proses pembelajaran
11. Keterikatan guru terhadap program pembelajaran
12. Variasi interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran
13. Kegiatan dan kegembiraan siswa dalam belajar
b. Indikator dan Dimensi CBSA
Indikator-indikator tersebut ialah :
1. prakarsa siswa dalam pembelajaran, seperti keberanian mengemukakan pendapat tanpa diminta,
2. keterlibatan mental siswa dalam pembelajaran, seperti pengiktan diri pada tugas yang dihadapi, penyelesaian tugas secara tuntas melebihi apa yang diharapakan,
3. peranan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator, pemantau dan pemberi balikan yang lebih bersifat ulur tangan dari pada campur tangan,
4. belajar eksperiensial (pengalaman langsung),
5. kekayaan variasi metode dan media dalam pembelajaran, dan
6. kualitas dan variasi interaksi dalam pembelajaran, baik antara guru-siswa maupun antar siswa.
Sementara T. Raka Joni (1985) mengemukakan dimensi di dalam proses belajar-mengajar yang menentukan kadar keaktivan siswa, yaitu
1. partisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan belajar-mengajar,
2. penekanan pada aspek afektif (sikap) dalam pengajaran,
3. partisipasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar (terutama dalam hal interaksi antar siswa),
4. penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribusi siswa yang kurang relevan atau bahkan sama sekali salah,
5. kekohesivan kelas sebagai kelompok,
6. kebebasan atau kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan penting dalam kehidupan di sekolah, dan
7. jumlah waktu yang digunakan untuk menaggulangi masalah pribadi siswa yang berhubungan dengan pengajaran.
Raka T. Joni mengungkapkan bahwa sekolah yang ber-CBSA dengan baik mempunyai karakterisitk berikut:
1. Pembelajaran yang dilakukan lebih berpusat pada siswa,
2. Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar,
3. Tujuan kegiatan tidak hanya untuk sekedar mengejar standar akademis,
4. Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreativitas siswa,
5. Penilaian.
B. PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP)
1. Pengertian Pendekatan Keterampilan Proses
Pendekatan Keterampilan proses adalah wahana pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa.
Dimiyati dan Mudjiono (1999) menyimpulkan bahwa :
a. Pendekatan keterampilan proses memberikan kepada siswa pengertian yang tepat tentang hakikat ilmu pengetahuan. Siswa dapat mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dan dapat lebih baik mengerti fakta dan konsep ilmu pengetahuan.
b. Proses pengajaran yang berlangsung memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan ilmu pengetahuan tidak sekedar mendengar cerita atau penjelasan guru mengenai sesuatu ilmu pemgetahuan. Justru di sisi lain siswa merasa berbahagia dengan peran aktifnya di dalam proses pengajaran.
c. Pendekatan keterampilan proses mengantarkan siswa untuk belajar ilmu pengetahuan, baik sebagai proses ataupun sebagai produk ilmu pengetahuan sekaligus.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan proses menekankan pada upaya membelajarkan siswa bagaimana belajar. Oleh karena itu, hubungan antara CBSA dan PKP sangat erat dan berinterksi secara timbal balik. Pendekatan keterampilan proses dapat dikatakan merupakan perwujudan dari upaya pembelajaran melalui CBSA
2. Jenis Keterampilan dalam PKP
a. Keterampilan-keterampilan Dasar (Basic Skills)
Keterampilan-keterampilan Dasar terdiri dari :
• Mengamati
• Mengklasifikasikan
• Mengkomunikasikan
• Mengukur
• Memprediksi
• Menyimpulkan
b. Keterampilan-keterampilan Terintegrasi (Integrated Skills)
Keterampilan-keterampilan Terintegrasi terdiri dari :
• Mengenali variabel
• Membuat tabel data
• Membuat grafik
• Menggambarkan hubungan antar variabel
• Mengumpulkan dan mengolah data
• Menganalisis penelitian
• Menyusun hipotesis
• Mendefinisikan variabel
• Bereksperimen

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2008 All Rights Reserved | Tugas Kuliah Designed by Bloggers Template | Exercise Equipment | Watch Movies