Senin, 21 Maret 2011

planet Pluto

Planet PLUTO
1. Alasan mengapa Clyde William Tombaugh pada tahun 1930 memasukkan Pluto sebagai planet ke Sembilan:
Berdasarkan sejarah, Pluto sebenarnya ditemukan lantaran adanya teori mengenai planet kesembilan dalam sistem tata surya Bimasakti. Ketika itu Tombaugh yang berusia 26 tahun ditugaskan untuk ikut mencari. Bila tidak cermat, tentulah ia tidak bakal menemukan Pluto saat berulang-ulang meneliti foto-foto langit malam di Arizona. Tombaugh yang melihat objek tak dikenal, ia langsung yakin itu adalah planet ke sembilan yang kelak disebut Pluto.

Baru kemudian setelah Clyde mampu menunjukkan bukti-bukti nyata dalam penelitiannya, akhirnya Pluto resmi menjadi salah satu planet yang menentukan rotasi galaksi ini.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya. Akhirnya keberadaan satelit Charon ini semakin menguatkan status Pluto sebagai planet.

2. Perbandingan besaran-besaran pada bumi dengan besaran-besaran pada Pluto:
- Ukuran : Pluto berdiameter sekitar 1.413 mil (2.274 km). Yakni sekitar 1/5 diameter Bumi.
- Massa : Massa Pluto adalah sekitar 1,29 x 10 22 kg. Beratnya 1/500 dari massa Bumi.
- Luas permukaan : 1,665 X 107 km2 0,033 Bumi.
- Volume : 6.39 X 109 km3 0.0059 Bumi.
- Gravitasi : Gravitasi di Pluto adalah 8% dari gravitasi di Bumi. Seseorang yang memiliki berat 100 pon, di Pluto beratnya hanya sekitar 8 pon.
- Lama hari dan tahun di Pluto : 1 hari di Pluto membutuhkan waktu 6,39 hari Bumi. Sedangkan 1 tahun di Pluto membutuhkan waktu 247,7 tahun Bumi (yaitu, dibutuhkan 247,7 tahun Bumi untuk Pluto mengorbit Matahari sekali).
- Suhu di Pluto : Suhunya bisa berkisar dari antara -396 ° F sampai -378 ° F (-238 ° C sampai -228 ° C, atau 35 K sampai 45 K). Suhu rata-rata adalah -393 ° F (-236 ° C = 37 K).

3. Alasan mengapa Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Dunia yang ke-26 pada tanggal 24 Agustus 2006 mencoret status Pluto sebagai planet.
Hal ini dikarenakan adanya penetapan defenisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi defenisi baru tersebut.
Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit Matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan “bersih” (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut).
Berdasarkan defenisi tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.

4. Defenisi planet
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
• mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
• mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
• tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya;
• telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya.

5. Defenisi “dwarf planets”
Dwarf planets merupakan planet kerdil atau planet katai. Pluto kini termasuk dalam anggota dwarf planets. Dwarf planets ini beranggotakan Pluto dan benda-benda langit lain di tata surya yang mirip dengan Pluto, termasuk di dalamnya asteroid terbesar ceres, satelit Pluto, Charon, dan beberapa benda langit yang baru ditemukan. Planet kerdil (dwarf planets) terbagai menjadi:
• Cerean
Yang termasuk Cerean adalah planet kecil batuan, dengan mengambil model dari asteroid Ceres. Asteroid-asteroid yang berada dalam sabuk utama asteroid antara orbit Mars dan Jupiter, masuk dalam kategori Cerean.
• Plutonian
Yang termasuk Plutonian adalah planet kecil es, dengan mengambil model dari Pluto. Objek-objek diluar orbit Neptunus (misalnya: Pluto, Eris, Quaouar, dll) termasuk kategori Plutonian.







Pertanyaan dan Jawaban
1. Pluto adalah benda langit yang dapat mengalami rotasi berpusat pada porosnya. Akibat rotasi itu, mengakibatkan hal-hal berikut, kecuali (D) terjadinya siang dan malam.
2. Jika kita di Pluto, matahari akan tenggelam di sisi (D) Timur.
3. Bila berat suatu benda di bumi adalah 100 N, benda tersebut memiliki berat di Pluto sekitar (C) 6 N.
4. Karena memiliki obliquity sebesar 1220, maka kutub di Pluto yang paling lama terkena sinar matahari adalah (D) Selatan
5. Untuk sampai ke Pluto, cahaya matahari memerlukan waktu rata-rata (C) 24 jam. (jarak rata-rata Pluto Matahari 5,9 X 109 km)
6. Sesuai hukum Keppler, kondisi kecepatan Pluto mengelilingi matahari adalah (B) saat pluto paling dekat dengan matahari kecepatannya dua kali lipat saat Pluto
7. Karena Pluto memiliki atmosfer, maka di Pluto akan terjadi hal-hal berikut, kecuali (A) bunyi tidak dapat merambat.
8. Orbit Pluto dikatakan aneh dan berbeda dengan orbit Planet-planet lainnya. Keanehan orbit Pluto ini adalah (A) orbit Pluto sangat lonjong menyerupai orbit komet
9. Pluto disebut bukan lagi planet anggota tata surya kita karena (B) jalur orbit Pluto tidak “bersih” dari benda angkasa yang berukuran cukup besar.
10. Benda langit di bawah ini pernah disebut sebagai satelitnya Pluto, kecuali (D) Xena.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2008 All Rights Reserved | Tugas Kuliah Designed by Bloggers Template | Exercise Equipment | Watch Movies